Thursday, February 09, 2006

Memulai Usaha Sendiri

MEMULAI USAHA SENDIRI

Mempunyai usaha sendiri yang sukses tidak dipungkiri akan menjanjikan hasil yang jauh lebih besar, tetapi juga harus disadari sejak awal akan timbulnya tekanan dan tantangan yang besar juga.

-------------------------------------------------
Mempunyai usaha sendiri tetap menjadi impian terakhir bagi kebanyakan profesional, meskipun mereka telah cukup mapan saat ini dalam karirnya.Ulasan berikut merupakan rangkaian awal dari pembahasan dan tuntunan detail tentang segala persiapan yang diperlukan sebelum maupun pada saat memulai usaha sendiri.


Diperlukan lebih dari dipunyainya ide cemerlang atas peluang usaha, karena dibutuhkan ketrampilan, kemampuan khusus serta faktor temperamen yang menunjang keberhasilan usaha tersebut. Juga tidak ada suatu usaha yang tidak mengandung resiko terlepas besar atau kecilnya resiko tersebut, sehingga sangat dibutuhkan strategi dan kesiapan untuk mengelola resiko yang mungkin timbul.
Apakah anda layak menjadi Pengusaha?
Tidak ada suatu patokan yang pasti tentang bagaimana tipe seseorang yang layak untuk menjadi seorang pengusaha. Siapapun pada dasarnya layak dan wajar jika berkeinginan untuk memulai atau mempunyai usaha sendiri.

Tapi kelayakan seseorang menjadi pengusaha lebih ditekankan pada kemampuan yang dimiliki serta kesiapan mental orang tersebut dalam menghadapi tantangan yang timbul dalam menjalankan usaha tersebut.

Beberapa karakter yang sangat menunjang seseorang untuk menjadi pengusaha adalah:

kemampuan berkomunikasi: baik berkomunikasi terhadap karyawannya maupun relasi (pemasok dan pelanggannya),

mampu bertahan dalam tekanan. Hal ini dibutuhkan mengingat adanya faktor resiko yang selalu bisa timbul dalam usaha tersebut. Dibutuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan atau alternatif pemecahan yang cepat atas segala kesalahan/kegagalan yang terjadi.

rasa percaya-diri yang besar, yang memungkinkan seorang pengusaha selalu mampu menghasilkan terobosan/ide cemerlang dalam memulai atau mengembangkan usahanya. Kreatif dan daya imajinasi yang tinggi kerap sangat menunjang keberhasilan suatu usaha, juga diperlukan fleksibilitas yang tinggi juga atas segala masukan yang didapatkan dari orang lain yang akan menyempurnakan suatu ide.



Memang sering terjadi bahwa pengalaman kerja sebagai profesional yang sukses akan sangat membantu keberhasilan seseorang yang hendak memulai usaha sendiri. Berbagai penelitian membuktikan bahwa seseorang yang berusia di kisaran 30 tahun dan mempunyai pengalaman pengelolaan manajemen sebagai profesional yang matang akan sangat berperan dalam keberhasilan dalam memulai usahanya sendiri. Juga mereka dengan pengalaman yang lebih berbobot sampai usia sekitar 50 tahun, biasanya juga lebih siap dalam mengelola usaha sendiri, dikarenakan bukan hanya kemampuan manajerial yang lebih matang tetapi juga mempunyai motivasi yang lebih tinggi dalam mempersiapkan karir terakhirnya sebagai pengusaha.

Kaum muda sendiri tetap mempunyai kelebihan dalam memulai usaha sendiri karena biasanya mereka mempunyai ide-ide baru yang cemerlang, enerji yang lebih besar serta lebih berani dalam menghadapi tantangan.

Kemampuan yang dibutuhkan
Secara umum, pengalaman bekerja sebagai profesional di bidang usaha yang sama akan sangat membantu jika seseorang akan memulai usaha di bidang tersebut. Namun ada beberapa kemampuan khusus lainnya yang secara esensial sangat dibutuhkan:

Untuk bidang usaha tertentu akan dibutuhkan kemampuan teknis seperti: desain, artistik, konstruksi/teknik, dll

Kemampuan Bisnis sangat esensial dibutuhkan dikarenakan dalam segala jenis usaha akan selalu membutuhkan pengelolaan manajemen dan bisnis seperti: marketing, accounting, personel, dsb. Leadership akan merupakan bagian dari kemampuan ini dikarenakan dalam kebanyakan usaha akan terlibat sejumlah tenaga kerja didalamnya yang sangat membutuhkan sosok pimpinan yang mampu mengarahkan dan memotivasi.

Kemampuan Menjual jarang disadari oleh mereka yang menjalankan usaha, padahal terlepas bidang usaha apa yang akan dijalankan, baik barang maupun jasa, akan selalu membutuhkan kemampuan pengusaha untuk menjual. Tanpa adanya kemampuan ini maka bisa dipsatikan usaha yang dimulai tidak akan berjalan, karena pengusaha selalu berhadapan dengan pembeli dan membutuhkan persuasi pengusaha agar barang/jasa yang dihasilkan bisa dibeli oleh pelanggan.

Motivasi
Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi seseorang dalam memulai usaha sendiri. Beberapa diantaranya bisa dikategorikan sangat berbahaya jika memang didasarkan atas suatu harapan yang tidak realistis.

Beberapa alasan yang kebanyakan menjadi motivasi adalah:

- independen : memang benar dengan usaha sendiri akan membuat seseorang lebih bebas dan tidak tergantung, meskipun harus disadari bahwa ketergantungan yang baru justru akan timbul dimana tetap dibutuhkan orang lain baik sebagai rekanan maupun karyawan dalam menjalankan usaha.

- Kepuasan bekerja : dikarenakan seseorang bebas berkreasi menurut pemikirannya sendiri dalam menjalankan usahanya, meskipun juga harus mampu bertanggung jawab sendiri juga jika usahanya tidak berhasil.

- Kesuksesan : adalah tingkat pencapaian keberhasilan/pengakuan yang diharapkan dari suatu usaha yang dirintis sendiri. Hanya perlu disadari bahwa adalah salah jika seseorang terlalu memaksakan diri untuk mencapai tingkat keberhasilan suatu usaha yang sama sekali sebenarnya tidak cocok dengan karakter orang tersebut. Misalkan: seseorang dengan latar belakang seni memulai usaha di bidang Computer. Ingat jika usaha yang dimulai gagal, maka serta merta tidak menghasilkan kesuksesan apapun seperti yang diharapkan.

- Uang : adalah alasan yang sangat umum digunakan dalam memulai usaha sendiri. Meskipun sebaiknya pendekatan ini justru dibalik, bahwa pada masa awal dimulainya suatu usaha sendiri berarti telah ada kesiapan seseorang untuk mendapatkan penghasilan lebih kecil.

Waspadalah terhadap alasan atau motivasi yang mendasari dimulainya suatu usaha sendiri. Jangan jadikan uang menjadi alasan terutama yang hendak dicapai dalam suatu usaha. Juga jangan pernah memulai suatu usaha dikarenakan tidak ada pilihan lain yang bisa dilakukan untuk berkarir !!!

Jangan pernah membayangkan segalanya hanya akan nikmat, bebas, indah dalam usaha sendiri. Memang benar semuanya akan tercapai jika usaha tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Namun segala tantangan dan hambatan akan timbul juga menyertai, rasa kesepian akan timbul, terpaksa bersikap merendah demi mendapatkan pelanggan, bekerja dengan jam-kerja yang lebih panjang, resiko pendapatan yang lebih rendah dalam masa awal usaha, dan lain sebagainya.

Pertimbangan
Masa kini, semua bisnis/usaha selalu mengandung resiko. Diperlukan pertimbangan yang masak sebelum seseorang memutuskan untuk memulai usaha sendiri, terlebih jika hal tersebut dilakukan dengan melepaskan segala karir yang sudah ada dan mapan. Sudahkan dipertimbangkan melepaskan segala penghasilan yang rutin demi memulai usaha sendiri dengan penghasilan yang tidak menentu di awalnya? Siapkah seseorang yang terbiasa bekerja di lingkungan organisasi yang tertata rapi, teknologi tinggi, kedalam suatu organisasi yang diciptakan sendiri dan dimulai sejak awal ?

Segala keputusan memulai usaha sendiri memang dengan leluasa bisa diputuskan, tetapi resiko juga tidak bisa dilupakan sama sekali.

Bagaimana agar tidak akan timbul penyesalan atas keputusan yang telah diambil untuk memulai usaha sendiri ? Luangkan waktu yang cukup untuk melakukan pertimbangan secara bijak. Pikrkanlah secara sistimatis sebelum membuat keputusan. Apapun resikonya pastikan sudah ada kesiapan untuk menerimanya dan memetik hikmahnya dari apa yang terjadi.

Mungkinkah menghindarkan segala resiko yang bisa timbul?Tidak mungkin. Memulai suatu usaha dalam masa kini membutuhkan kesiapan yang justru lebih awal untuk menghadapi resikonya. Berpikir untuk menghindarkan resiko yang mungkin timbul adalah suatu persiapan yang salah dalam memulai suatu usaha.

Seseorang yang belum berkeluarga biasanya lebih berani dan leluasa untuk menghadapi segala resiko yang timbul.

Tentukan sasaran/target keberhasilan.
Sasaran/target baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang sangat perlu ditentukan terutama akan berguna untuk menentukan langkah seseorang dalam mengembangkan usaha yang telah dimulainya. Juga bagi seseorang yang mungkin masih tetap berkarir sebagai profesional semasa menjalankan usaha sendiri, maka dengan adanya sasaran/target ini akan membantu untuk mengambil keputusan sudah layakkah melepaskan segala kemapanan yang dipunyai sebagai profesional untuk berkarir sepenuhnya di dalam usaha sendiri.

Tentukan secara sistimatis segala potensi resiko yang mungkin timbul serta semua harapan keberhasilan yang hendak dicapai. Dengan demikian bisa diketahui tingkat kewajaran atas usaha sendiri yang akan dijalankan.

Persiapan
Dengan segala pertimbangan telah dilakukan, maka layaklah jika seseorang mengambil keputusan untuk memulai usahanya. Meskipun sekali lagi patut di ingat, bahwa adalah wajar-wajar saja jika seseorang tetap menjadi profesional dan tidak menjadi pengusaha.

Modal
Memulai usaha sendiri dengan apapun bentuknya, baik membeli suatu kegiatan usaha yang telah ada atau memulai suatu usaha yang baru atau membeli suatu franchise akan membutuhkan ketersediaan suatu modal usaha. Diperlukan informasi dan data yang akurat tentang kebutuhan modal tersebut agar bisa dipertimbangkan kemampuan untuk menyediakannya.

Modal bisa berasal dari kemampuan sendiri maupun dari financing tertentu. Dari manapun asalnya, terlepas perhitungan segala untung/ruginya, tetap modal itulah yang akan memulai terciptanya suatu usaha. Tanpa ketersediaan modal sesuai yang diperkirakan maka semua rencana memulai usaha sendiri akan menjadi sia-sia.

Business-Plan yang detail.
Didalam perencanaan-usaha ini akan dituangkan segala ide awal atas usaha itu sendiri. Dengan adanya perencanaan-usaha juga bisa dipsatikan lebih jauh bahwa semua produk/jasa yang dihasilkan mampu dijual sesuai harga yang direncanakan kepada pelanggan. Juga jika di dalam bidang usaha yang akan dimasuki sudah terdapat pesaing yang cukup kuat, maka patut dipastikan lagi bagaimana cara bersaing yang akan ditempuh. Biasanya di lakukan dengan analisa atas kekuatan & kelemahan (SWOT analysis) , strategi menyajikan produk/jasa yang lebih baik, strategi harga yang lebih bersaing, dsb.

Perencanaan Marketing & PR yang mencakup segala kegiatan memasarkan produk/jasa, segala kegiatan advertising & promotion juga menjadi bagian yang esensial yang harus direncanakan secara rinci di dalam perencanaan-usaha.

Management
Terlepas besar atau kecilnya suatu usaha, tetap dibutuhkan sejumlah orang yang akan terlibat secara langsung dalam kegiatan usaha itu. Organisasi manajemen yang solid dan tepat sangat menentukan keberhasilan usaha itu sendiri. Diperlukan kemampuan untuk membentuk organisasi manajemen ini yang akan menjadi kendaraan bagi usaha itu sendiri.

Hal-hal yang patut dihindarkan:

- Menempatkan orang yang salah & tidak berkompeten dalam organisasi manajemen akan sangat menghambat kinerja usaha itu sendiri. Diperlukan penilaian yang obyektif dan terlepas dari pandangan family-busniness dalam penentuan orang-orang yang terlibat langsung dalam organisasi.

- Perencanaan-Usaha yang tidak wajar sangat berpotensi menimbulkan resiko yang besar dalam kegiatan usaha. Pendekatan yang konservatif dalam perencanaan-usaha akan sangat menguntungkan dalam suatu usaha.

- Usaha yang dibentuk hanya untuk melayani satu atau dua pelanggan besar saja. Kondisi ini sangat beresiko atas usaha itu sendiri atau dengan kata lain tidak layak untuk dijadikan pertimbangan dalam membentuk suatu usaha.

- Tidak tersedianya modal-kerja yang secara langsung akan mengakibatkan kesulitan cash-flow. Terlebih jika kondisi ini dibarengi dengan perhitungan yang salah atas segala ongkos (expenses). Lebih baik melakukan pencadangan perhitungan modal-kerja dan ongkos yang diperbesar, demi menghindarkan kesulitan cash-flow yang secara langsung akan berdampak buruk bagi kinerja usaha meskipun bidang usaha tersebut sebenarnya cukup berpotensi.

- Terlalu menyepelekan pesaing juga akan menimbulkan kejutan yang tidak diprediksikan sebelumnya. Patut di ingat bahwa sejak produk/jasa diluncurkan dengan segala rencana marketing & PR , maka pesaing juga tidak akan tinggal diam. Perencanaan-usaha diharapkan mencakup segala antisipasi atas segala aktifitas tandingan dari pesaing.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home